Pages

Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Februari 2013

Traveling: PULAU LEMBONGAN, PANTAI ter-EKSOTIS di BALI


Pulau Lembongan
Buat sebagian orang, mencari pantai dengan air biru nan bening di Pulau Bali mungkin bukan lagi menjadi perkara yang mudah. Apalagi kalau yang mereka tahu hanya pantai Kuta dan Tanah Lot. Dua-duanya penuhh manusia :D

Tapi saya dan suami berhasil menemukan sepotong surga dengan menyeberang dari Pulau Bali. Pulau Lembongan namanya. Yuk intip wisata kami ke Pulau Lembongan. Bagi kami, inilah wisata pantai terdahsyat selama di Bali.




 Untuk pergi ke Lembongan, Anda memiliki 2 opsi. Yang pertama adalah dengan ikut kapal pesiar (cruise) dari Pelabuhan Benoa. Cruise tersebut akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam untuk mencapai Pulau Lembongan. Beberapa ratus meter dari bibir pantai Lembongan, cruise akan berhenti di titik spot snorkeling. Di situ seluruh penumpang cruise bisa bebas snorkeling, kayaking, banana boat, coral explorer, dll.

Nah karena di pelabuhan Benoa ada beberapa pilihan cruise dengan aktivitas yang berbeda-beda, maka saya sarankan Anda untuk terlebih dahulu menanyakan aktivitas dari masing-masing cruise. Kalau Anda senang house music alias ajeb-ajeb di dalam cruise Anda mungkin bisa memilih Bounty Cruise. Berhubung saya lebih tertarik pada cruise dengan fasilitas petualangan air terlengkap, Saya pun memilih Bali Fun Ship.


Di dalam Fun Ship, music yang diputar sepanjang perjalanan relatif easy listening. Semacam aliran top 40 lah :) dengan sesekali diselipkan musik-musik khas pantai macam reggae dari mbah Bob Marley. Yang jelas selama perjalanan 1 jam itu selain Anda bisa berkeliling kapal 3 lantai tersebut, Anda pun bisa juga jika ingin memilih tidur untuk mempersiapkan stamina snorkeling nanti. Itu yang saya lakukan, tiduur daripada hoek-hoekk :D Ya gelombang laut yang naik turun memang bisa mengocok perut Anda, jika tak terbiasa ya akhirnya mabok laut hihi..


Siap meluncuuuur, snorkeling, Yeay!!

Begitu mendekati pulau lembongan, kami semua dibuat takjub dengan beningnya air laut di sana. Bukan biru lagi, tapi biru toska (apa siih).. dasar laut yang berpasir putih bahkan bisa dilihat dengan jelas. Padahal (menurut kru cruise), kedalamannya masih 3 meteran. Ikan-ikan berwana kuning, biru, ungu, nampak berseliweran di sekitar cruise. Kami pun sandar di tengah laut, sekitar 500 meter dari bibir pantai Lembongan. Huwaaa.. tak sabar rasanya pengen langsung nyemplung!

Tak usah khawatir membawa alat snorkeling seperti kacamata, selang udara, sepatu katak, atau pun pelampung. Semua sudah tersedia di cruise. Jumlahnya juga cukup banyak. Seratusan penumpang cruise pun tak perlu berebut. Para kru cruise pun sangat welcome dalam membantu penumpang. Beneran, saya yang tidak begitu jago berenang pun, bisa dengan cukup pede nyemplung untuk snorkeling. Kan pake pelampung, jadi ga bakal tenggelam dong hehee..

Sebelum kami nyebur, para kru cruise sengaja menyebar remah-remah roti di sekitar anjungan untuk snorkeling, dan woww..ikan-ikan pun berkumpul! Kami yang hendak snorkeling pun diberi roti jika hendak memberi makan sendiri. Bener-bener puas deh, berenang dan menikmati terumbu karang yang masih alami.

 Capek snorkeling, Anda bisa beralih kayaking. Mendayung-dayung sendiri di laut yang te tenang, dengan kayak. Atau mau memacu adrenalin dengan banana boat, bisa juga. Bebas! terakhir Anda bisa naik perahu khusus untuk coral explorer. Perahu tersebut dilengkapi dengan kaca tembus pandang di bagian bawahnya, sehingga Anda akan ternganga-nganga melihat terumbu karang dengan jelas dan juga berbagai ikan warna-warni.

Semua aktifitas itu bisa Anda nikmati dengan bebas. Bahkan jika Anda mau bolak-balik banana boat atau snorkeling pun tak masalah. Aktifitas tersebut berlangsung sekitar 2 jam. Setelah itu, Anda bisa bilas atau pun langsung makan siang. Jangan khawatir kehabisan, stoknya berlimpah! Padahal dua kali saya ikut Fun Ship ini, seluruh penumpangnya adalah orang asing alias bule dengan porsi makan besar-besar. Anda juga bebas nambah makanan sesuka hati. Suerrr makanannya buaanyaak..! Ada salad, roti, nasi, mie goreng, nugget, beraneka macam sosis, sate ayam, french fries, ikan bakar, ikan goreng, dan bermacam buah-buahan!

Selesai makan, kami pun diangkut dengan boat menuju coconut resort di pantai Pulau lembongan. Jika Anda menginap di Coconut resort, Anda bisa langsung check in dan siap-siap terpesona dengan pemandangan di setiap kamar yang semuanya langsung menghadap ke pantai. Dahsyat!

Waiting for spa n' massage at Coconut Resort day#2

Suami takjub melihat pemandangan dari kamar
Nah, itu alternatif pertama untuk ke Lembongan. Alternatif yang kedua, Anda bisa ke sana dengan naik fast boat dari Pantai Sanur. Fast boat lebih cepat, kurang dari 30 menit Anda sudah mencapai Lembongan.

Pada kunjungan kedua kami ke lembongan ini kami memang menggunakan fast boat dari pantai Sanur lantaran pesawat Air Asia dari Jogja baru mendarat pukul 8.30, sementara perjalanan dari bandara hingga pelabuhan perlu waktu 1 jam, sedangkan cruise berangkat pukul 9 tepat.

Untunglah, driver sekaligus tour guide langganan kami kereeen deh ngatur jadwalnya. Kami bisa dilarikan untuk ikut fast boat dari Sanur pukul 9.30. Sampai Lembongan jam 10.00 kami langsung bisa cek in di Coconut Resort dan meletakkan barang-barang di kamar. Setelah itu, kami diangkut dengan perahu menuju Fun Ship yang telah tiba. Jadi meski ke sana naik fast boat, tetap bisa diatur supaya kami join aktivitas air di cruise.

Sore harinya, saat penumpang cruise kembali ke Bali. Kami yang menginap bisa melanjutkan petualangan di Pulau Lembongan. Kami menyewa sepeda motor keliling pulau. Bahkan keesokan harinya kami bisa menyewa perahu nelayan untuk membawa kami ke spot snorkeling lainnya yang terkenal di pulau itu. Pokoknya puaass dehh.. Apalagi cuaca juga selalu cerah (sementara di Solo dan Jogja mendung setiap hari, bahkan Jakarta banjirr)..

Over all, dari berbagai pengalaman wisata pantai yang pernah saya lakukan, Lembongan is the best. Pulaunya sepi, serasa punya pantai pribadi, penududuknya pun ramah. Hampir semua kru di cruise mau pun fast boat dan juga di coconut resort tempat kami menginap pun sangat ramah.

BUDGET: Jika hanya one day cruise, Rp 400.000,-/pax
Saya dan suami, ikut fast boat ke lembongan, menginap 1 malam di coconut resort, ikut aktifitas di cruise, dan kembali ke Bali keesokan harinya (bisa dengan fast boat bisa juga menumpang cruise), TOTALnya 1.700.000,- untuk 2 pax.


Sewa kapal nelayan untuk snorkeling sendiri, 2 jam, Rp 400.000,- untuk 2 pax, worthed bangett, nelayan di sana tau banget spot-spot snorkeling yang dahsyat, selain itu alatnya juga lengkap, tak perlu lagi sewa kacamata, sepatu katak, atau pun pelampung. Selain itu, bisa sekalian berbagi penghasilan pada nelayan tradisional kan :)

Berenang dengan latar laut dan gunung Agung
Untuk sewa sepeda motor cukup Rp50.000 saja ke penduduk lokal. Gak pake ninggal KTP, nggak pake nulis administrasi. Langsung bayar di muka and go! Setelah selesai, katanya kami boleh bebas parkir motor dimana saja, ntar diambil sama yang punya hihi.. Dan asal tahu saja, semua sepeda motor di pulau ini gak ada yang pake plat nomor. Menurut bli Komang yang kami pinjam motornya, "Buat apa plat nomor, polisi juga tak ada di sini,". wkwkkk..

Bener-bener traveling murah tapi puas to the max!

Minggu, 27 Januari 2013

Jalan-jalan Murah ke Kuala Lumpur

Memenuhi janji saya untuk sharing tentang pengalaman saya backpakeran ala limited budget alias murah meriah ke Kuala Lumpur.

Here we go..

Info tentang adanya tiket Solo-Kuala Lumpur saya dapat dari seorang teman yang punya agen tiket online. Waktu itu sekitar bulan November 2012, untuk penerbangan Januari 2013.

Murah meriah, satu orang PP hanya Rp 350.000,- naik Air Asia (bukan iklan). Tanpa bagasi tentu saja yaa.. Lagi pula kalo untuk backpakeran 3hari 2 malam ke KL mah kaga' perlu bawa banyak-banyak.

Untuk hotel, saya memilih My Hotel KL Sentral yang letaknya berdekatan dengan KL Sentral tempat monorail, LRT, mau pun Sky bus berada. Jadi semacam connecting station gitu.. Segala moda transportasi umum ada di sana dan siap mengantar kemana saja. Rate hotelnya sekitar Rp 350.000,- per night.

Itu bisa dibilang murah, bisa juga dibilang mahal. Hehe.. Soalnya ada motel untuk para backpacker yang harganya rata-rata di bawah $10 per malam, seperti misalnya PODs. Tapi berhubung saya mengajak mama, saya memilih hotel deh. PODs yang memiliki slogan 'The backpackers home' itu juga ada di dekat KL Sentral.

 Dari bandara LCCT Kuala Lumpur, kita bisa naik SkyBus hingga KL Sentral. Posisi bandara ini memang sedikit di pinggir kota. Atau berjarak sekitar 1 jam perjalanan naik bus dari bandara.

Nah, anehnya tarif tiket SkyBus yang dibeli di loket di dalam bandara dengan kalau kita beli langsung ke petugas di tempat bus diparkir, lebih murah di bus.

Di dalam bandara kami membeli tiket SkyBus seharga 9 ringgit (1 ringgit sekitar Rp 3.500), sementara di bus hanya 8 ringgit. Beda tipis siih.. tapi kan pasti lebih puas kalo bisa dapat lebih murah hehee..

Saat di terminal kedatangan di bandara jangan lupa untuk mampir ke konter informasi. Di situ ada banyak brosur wisata KL, bahkan majalah-majalah belanja yang keren-keren. Semuanya Free. Lumayan bisa dibaca dalam perjalanan di bus, kalau gak keburu tepar di bus yaa..

Soalnya busnya beda banget dari Damri bandara macam di Indonesia. Sky bus ini ukurannya besar dan jarak antar kursinya cukup lega. Kursinya pun lebih mirip kursi kereta api eksekutif yang bisa direbahin, lengkap dengan sandaran kaki.

Tapi kudu tertib yaa.. Jangan harap Anda bisa makan or ngemil di dalam bus. Karena itu adalah larangan keras! Makanya bus nya tetap bersih.

Bus ini pun selalu datang dan pergi on schedule banget alias tepat waktu sesuai jadwal. Gak ada ceritanya datang telat atau ngetem nunggu penumpang penuh. Emangnye angkot :D

Di dalam bus jangan lupa juga untuk mengosongkan kursi paling depan. Karena deretan kursi paling depan diperuntukkan untuk orang buta. Ya, Kuala Lumpur memang sangat ramah pada orang buta. Tak hanya sebatas slogan, namun di jalan-jalan pun pasti akan ditemukan akses khusus bagi orang buta. Di kota tersebut juga ada gedung besar yang merupakan kantor perkumpulan untuk orang buta.

Hampir semua moda transportasi publik di KL memiliki ketepatan waktu yang tinggi. Kalau pun tidak ada jam datang dan pergi, seperti misalnya monorail, biasanya selalu ada setiap 5 menit. di setiap stasiun monorail juga selalu ada layar datar TV yang menerangkan sampai dimana kereta yang kita tunggu, dan estimasi berapa menit lagi tibanya di stasiun tempat kita menunggu. Damn, thats make me so jealous with their rapid transportation system!

monorail di Kuala Lumpur

Di hari pertama, setibanya di KL Sentral, sebaiknya Anda langsung membeli tiket jika ingin pergi ke Genting Highland keesokan harinya. Loket tiket Go Genting ada di beberapa sudut. Cukup mudah untuk ditemukan.

Tapi, jangan sampai salah beli tiket LRT ya.. Karena ada juga Go Genting yang menggunakan semacam kereta ekspres. Namun kalau naik kereta, Anda harus melanjutkan perjalanan untuk mendaki ke bukit Genting dengan bus. Jadi lebih praktis langsung naik bus saja dari KL Sentral.

Harga tiket bus ke Genting $4.30, itu sudah termasuk Genting Skyway atau cable car untuk melihat pemandangan Genting dari kereta gantung.

Di Genting Highland Anda bisa jalan-jalan ke Genting Theme Park, naik cable car, dan mengunjungi First World Hotel. DI First World Hotel tersebut ada mall, indoor taman bermain, Ripley's, dan jangan lewatin untuk ngintip casino nya yang terkenal.

Anda harus berwajah cukup umur untuk bisa masuk ke Casino. Jadi kalau memang berwajah cukup imut, maka Anda perlu menunjukkan paspor kepada penjaga.

Di dalam Casino rata-rata ada keturunan China, India, dan western. Sedikit sekali yang berwajah melayu, bahkan hampir tidak ada. Ada semacam peraturan tak tertulis bahwa orang Melayu khususnya bagi yang muslim dilarang untuk masuk dalam casino. Berhubung kami cukup nekat, dan meyakinkan penjaga dengan logat bicara bahasa Indonesia (bukan melayu), penjaga pun mengizinkan saya masuk.

Meski dilarang motret, rasanya puas bisa melihat-lihat casino dengan berbagai permainannya. Melihat wajah-wajah dingin alias poker face para penjudi kawakan, dan wajah-wajah depresi para penjudi baru atau yang kalah taruhan. Hahahaa..

Kembali ke kota Kuala Lumpur. Bagi Anda yang suka wisata belanja, Anda bisa mengunjungi daerah bukit bintang naik monorail. Tapi hati-hati saat belanja, karena beberapa barang bisa Anda dapat lebih murah di Tanah Abang Jakarta :D

Berhubung saya tak hobi shopping, jadi wisata saya ke KL lebih banyak dihabiskan dengan jalan-jalan ke sana kemari. Toh pedestriannya nyaman, monorail, bus, dan LRT nya mudah dijangkau dan tak perlu menunggu lebih dari 5 menit setiap saat.

Ohya, jangan lupa untuk naik bus gratis yang disediakan untuk mengangkut para turis keliling kota Kuala Lumpur. Bus tersebut bisa Anda jumpai di halte dekat arah masuk ke KLCC.

Sarapan murah juga bisa Anda dapat dengan mudah di KL Sentral. Ada semacam restoran di dalam KL Sentral yang menyediakan semacam nasi bungkus dengan lauk teri dan sambal (mirip nasi kucing ala angkringan), lokasinya berseberangan dengan gerai Burger King. 1 bungkus nasi plus segelas teh tarik hanya perlu 4 Ringgit saja. Murah kan!

Total biaya perjalanan saya ke Kuala Lumpur berdua dengan mama saya, jika dirupiahkan hanya sekitar Rp 2,5juta saja! Itu sudah termasuk tiket pesawat, hotel 3 hari 2 malam, SkyBus dari dan ke bandara, naik monorel kesana kemari, tiket Bus Go Genting, plus segala camilan dan makanan yang kami beli di sana. Hebatnya lagi, saya sukses menahan diri untuk tidak belanja, kecuali 2 pack coklat yang saya beli di Free Duty Store di Bandara seharga 24 ringgit/pack:)

Salah Hotel, Pindah Hotel #Pengalaman KL_part 3

Yakk,,kami terbukti secara sah dan meyakinkan, salah masuk hotel di Kuala Lumpur!

Pria petugas resepsionist My Hotel berwajah India menjelaskan kepada kami dengan nada jumawa. "Di Kuala Lumpur ni, you akan temukan banyak nian My Hotel. Ni booking you tidaklah pada My Hotel sini. Ini My Hotel Central, You booking My Hotel KL Sentral! Which is tidak di jalan ini. Tapi next dari jalan utama ini. Kami punya 5 My Hotel di Kuala Lumpur!".

Oh em ji... mene ketehe ada lebih dari 1 hotel bernama My Hotel di KL.

Untunglah, setelah puas ceramah kepada kami yg pasang wajah letih plus o'on. Si resepsionist india tersebut jatuh iba. "Sudah, jangan risau, mari saya antar ke hotel My Hotel yang benar," serunya sembari mengangkut barang bawaan kami dalam satu tangannya.

Yess!
Kami pun mengikuti langkah kakinya yang lebar-lebar berjalan menuju My Hotel kami. tak terlalu jauh memang, hanya sekitar 500 meter dari My Hotel pertama yang kami masuki. Tapi tetap saja, sore hari itu kami bermandi keringat berlari-lari kecil mengimbangi langkah kaki si resepsionist yang lebar-lebar.

pindah hotel, tengak-tengok kaya' TKW nyasar..
Akhirnya kami berhasil cek ini di hotel yang benar. Setelah terpaksa mengantri tamu China yang marah-marah karena entah apa, kami oun mendapatkan kunci kamar masing-masing. Saya dangan mama saya, Chandra dengan mama nya.

Finnaly, kasuuurrr!
Bleek, langsung rebaah.

Pukul 17.00 waktu setempat, setelah sempat mandi dan berintirahat sejenak kami pun menuju taman KLCC tempat Suria Mall dan twin towers Petronas.

Naik monorail yang nyaman dan bersih, jalan-jalan di taman yang hijau dan lapang, menikmati atraksi air mancur, berfoto-foto di sekitar Petronas, bener-bener membuat kami lupa akan insiden hotel tadi sore.

Salut saya untuk mama. Meski harus selalu berjalan kaki ke sana kemari (maklum kami selalu naik publik transport), tak sedikit pun keluhan beliau cetuskan. Saya tahu mama lelah, tapi sungguh menikmati. Bahkan kami sempat berdiskusi seru tentang KL. Betapa banyak hal yang harusnya bisa diterapkan di Indonesia, khususnya dalam menangani masalah publik transportasi dan mengatraktifkan pariwisata.

Hari kedua, kami habiskan di Genting Highland dan Bukit Bintang. Lalu malam harinya kami mengunjungi seorang saudara di Pantai Hill Park, yang kemudian membawa kami ke Taman Lampu di ICT Shah Alam, Selangor.

Hari ketiga, kami sudah harus kembali ke Indonesia.

Next tulisan, saya akan mengupas tentang kota Kuala Lumpur dan tips perjalanan selama di kota tersebut.

Jumat, 25 Januari 2013

Salah Hotel di KL (Backpacker-an with Mom_part 2)

Melanjutkan cerita sebelumnya

Akhirnya setelah menguatkan diri plus menebalkan iman, saya pun siap menerima kenyataan bahwa saya tidak hanya akan pergi ke KL dengan mama saya, tetapi ditambah satu ibu-ibu lain yakni mamanya Chandra teman saya.

Mau tak mau, kebiasaan cari hotel dengan "go show style" saya tepiskan. Kalau pergi sendirian atau dengan teman sebaya, bisa saja saya cari hotel begitu sampai di KL. Tapi berhubung membawa dua orang nenek (disebut nenek karena dua ibu itu masing-masing sudah punya cucu), maka hotel kudu fix sebelum kami tiba di sana.

Langsung lah saya searching hotel-hotel disekitar KL Sentral. Pertimbangannya adalah, dari KL Sentral tersebut kami bisa naik LRT, monorail, atau pun berbagai bus feeder yang akan membawa kami ke segala tujuan wisata di sekitar Kuala Lumpur. Skybus dari dan ke bandara pun berangkat setiap 15 menit dari basement KL Sentral tersebut.

Beruntung, ada seorang teman Chandra yang tengah berada di Kuala Lumpur menawarkan diri untuk membookingkan sebuah hotel yang katanya persis berada di depan KL Sentral. My Hotel namanya, dengan rate 350.000IDR/night. Mayan murah lah utk ukuran hotel. Yah oke, akhirnya kami ambil. cek baby cek di website My Hotel pun nampak cukup oke.

Urusan hotel, done!

Lalu bagaimana soal transport di sana? Untuk sementara saya anggap Done juga, toh hotel kami dekat dengan KL Sentral yang menyediakan moda transportasi publik.

Yuhuu..tibalah hari keberangkatan kami. Hari Kamis, 17 Januari 2012 dari embarkasi Solo (Duilee kaya naik haji aja). Penerbangan kami pukul 8.55wib tiba di LCCT atau Low Cost Carrier Terminal (semacam airport khusus untuk penerbangan berbudget rendah >.<) pukul 12.55 waktu setempat, atau satu jam lebih cepat dari WIB.
LIfe music di LCCT Bandara

Turun dari pesawat kami langsung makan di salah satu resto fast food khas Malaysia yang ada di bandara. Setelah perut kenyang dan kandung kemih lega di ruang tandas (bahasa Malaysia untuk toilet :) ), pukul 14.00 kami pun melanjutkan perjalanan menuju pusat kota KL dengan menggunakan skybus. Dari LCCT berjarak 1 jam perjalanan dengan bus.

Mama tampak enjoy menikmati pemandangan dan lingkungan baru di sekitarnya. Tak henti-hentinya terkikik geli membaca berbagai papan petunjuk dalam bahasa melayu yang bertebaran di seantero bandara.

Ahh lega, mama nampak santai dan tak keberatan berjalan agak jauh menuju posisi bus khidmat ulang-alik alis parkir bus feeder. Masuk dalam bus, tidooor..Kami terbangun saat bus mulai merayapi jalanan di tengah kota KL. Menara kembar Petronas sesekali nampak mengintip. Pukul 15.00 bus merapat di KL Sentral.

Setelah membeli tiket untuk ke Genting Highland keesokan harinya, kami pun bergegas menuju My Hotel, sesuai arah yang ditunjukkan petugas di KL Sentral. Senyum lega terlukis, begitu melangkah keluar dari KL Sentral, di ujung seberang jalan nampak papan My Hotel.

Dengan penuh percaya diri kami pun menyeret kaki menuju hotel tersebut. Masuk lobi, menghempaskan backpack saya dan mendaratkan di sofa empuk dengan hembusan AC yang menyejukkan. Mama saya dan mama nya Chandra pun langsung selonjoran. Lumayan juga berjalan di sepanjang KL Sentral dengan membawa barang bawaan. Apalagi waktu sudah menunjukkan pukul 16:00. Sudah lewat 10jam sejak kami berangkat dari rumah di Solo. Wajar kalau para mama sudah nampak letih.

Chandra bergegas menunjukkan print out booking hotel yang telah dibayar lunas.

Tak dinyana, tak diduga, begitu melihat print out yang ditunjukkan Chandra, resepsionist berwajah India itu berseru, "Ini bukan My Hotel yang disinii, you are wrong hoteel!".

Whaaaaaatttt??

(bersambung)

Pengalaman Backpackeran with Mom_Part 1

Yak, akhirnya tiket Solo-Kuala Lumpur dalam genggaman. Trip singkat 3 hari 2 malam sudah terbayang nyata dalam benak. Tapi deg-degannya luar biasa. Norak ya? Ke KL doang pake degdegan :)
Sebenarnya saya punya alasan yang kuat buat was-was dan acara main kali ini tidak bisa full backpackeran. Soalnya saya mengajak mama. Ibu-ibu yang telah memiliki 2 cucu dan tentunya sudah tidak muda lagi. Nyaris 60thn! (moga-moga mama nggak baca..)


piers.org/piers2012KualaLumpur/


 Awalnya memang tak sengaja sampai membuat mama ikut. Gara-gara gagal menghubungi teman untuk diajak backpackeran, akhirnya saya menelpon mama. Tadinya mau sekedar share kegalauan saja saat seorang teman yang punya agen tiket online berkabar bahwa ada tiket AirAsia Rp350.000,- PP Solo-KL. Tiket bisa habis sewaktu-waktu, sedangkan Chandra, teman main yang mau saya ajak tak juga mengangkat telpon pun membalas bbm Saya.

Doohhh, tiket keburu abiiiiss..
Akhirnya saya menelpon mama, bercerita sedikit, lalu Saya bilang :
"Mama mau ikut ke KL? mayan nih, Ma. Berdua PP cuma 700ribu?"
dan dalam hitungan sepersekian detik, Mama menjawab langsung, "Mau, ayok ajah!"
Yes, akhirnya saya pun membeli tiket Solo-KL untuk kami berdua.
Setelah tiket dalam genggaman, mulailah Saya bingung nan was-was. Ini ngajak emak-emak usia setengah abad lebihh, mana mungkin saya ajak nge-gelandang tanpa kepastian.

mama dan saya
Ohh, No..
Langsunglah saya searching hotel yang paling dekat dengan pusat kota KL.
Cari rute wisata terbaik, cari jadwal Sky bus dari bandara LCCT, jadwal LRT, jadwal monorail plus rute-rutenya.
Cari persewaan mobil, jaga-jaga seandainya mama kudu diangkut pakai mobil untuk jalan-jalan. (langsung batal gara-gara mahal, dan hampir semua dikelola orang India)
Cari tempat makan yang menunya gak kari-kari amat atau gak terlalu berempah lah..

Semuanya masih serba tentative..alias bisa berubah sewaktu-waktu.. Info-info dari teman juga tak banyak membantu. Tak ada satu pun dari sederet teman saya yang pernah pergi traveling bersama ibu nya.. Sebagian ditanyain malah bilang, "Nekat lu Nad, ntar kalo nyokap lu kecapekan gimana? Di sana kan kemana-mana kudu jalan kaki,". Sangat tidak menentramkan.

Ahh tapi saya pantang pulang sebelum padam (slogan pemadam kebakaran), mama udah antusias, tiket udah dibeli, masak saya balik badan. Baiklah saya bulatkan tekad, saya akan ajak mama jalan-jalan ke KL, dengan atau tanpa dukungan khalayak traveler sekalian. Saya yakin KL tak akan terlalu sulit.


Mendadak HP berbunyi, Chandra menelpon.
Chandra : "Nad, kamu jadi ke KL sama mama-mu kan?"
Saya : "Iya, gimana Chand?"
Chandra : "Sipp, aku juga barusan masih kebagian tiket, kamu udah dapet hotel n transport di sana? aku ajak mamaku juga nih. Aku ikut kamu yaa,,perdana ke luar negeri niihh. Pokoknya aku dan mamaku, PADAMU!"

Gu be raaakk!!!

(bersambung)